KARYA I RING MERAJAN

KARYA PEMELASPAS MEPEDUDUSAN PIODALAN RING MERAJAN AGENG JERO MUNDUK ANGGREK

Karya Pemelaspas Mepedudusan Piodalan ring Merajan Ageng Jero Munduk Anggrek dilakukan pada Hari/Rahina Purnama Sasih Kelima, Soma Pon Matal, Penanggal 15 sasih kelima Tahun Saka 1938, Senin, 14 Nopember 2016. Upacara ini dilakukan terkait dengan rehab dan perbaikan secara bertahap bangunan fisik Merajan Jero Munduk Anggrek yang diawali dengan perbaikan tembok penyengker merajan sejak tahun 1993. Selanjutnya dilanjutkan perbaikan secara bertahap pula jajaran pelinggih pelinggih di merajan. Perbaikan pelinggih secara bertahap juga diikuti dengan upacara melaspas secara bertahap pula untuk masing masing pelinggih, Nah pada saat semua pelinggih dan bangunan lain termasuk piyasan sudah selesai diperbaiki semua atas petunjuk Ida Walaka dan Ida Sulinggih serta atas persetujuan semua anggota keluarga penyungsung merajan ageng melalui paruman maka dilaksanakanlah upacara/ Karya melaspas ngingkup yang bertujuan untuk menyatukan pemelaspas yang dilakukan secara bertahap tersebut…SAMSUNG CSC

Sesuai parum keluarga dan petunjuk Ida Sulinggih antara lain Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun saking Kedatuan Kawista Blatungan, Suraberata Tabanan dan Ida Pedanda Gde Putra Beluangan saking Geria Dangin Peken,  Intaran, Sanur, serta petunjuk Ida Walaka Ida I Dewa Made Mudiana saking Yehkuning dan tapini Bapa Sekar saking Yehembang karya ring merajan ageng jero munduk anggrek ini dilengkapi dengan upacara Mecaru RSI GANA dan Upacara NILAPATI…..( akan dijelaskan makna upacara ini)…

Prosesi karya ini dimulai dengan acara “Metuwun” atau lebih dikenal dengan acara meluawasan, nunas bawos ring dasaran nedunan Ida Betara Betari leluhur sami mohon petunjuk agar karya dapat berjalan dengan baik dan lancar(memargi antar sida sidaning don). Metuwun nunas bawos ini dilakukan di dua tempat, yakni di Jero Dasaran di Kekeran Mengwi, Badung dan di Jero Dasaran di Desa Soka, Selemadeg Tabanan.

Selanjutnya dilakukan upacara Nunas Tirta di Beberapa Pura Kahyangan Jagat sebagai Nunas Pesaksi bahwa kita akan melakukan Upacara/Karya Ageng Ring Merajan Ageng Jero Munduk Anggrek…

Perjalanan Nunas Tirta (Mendak Ida Bathara Tirta) dimulai dari Pura Dalem Mutering Jagat Sidakarya di Desa Sidakarya Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar sebagai pura tempat pemujaan kepada Ida Dalem Sidakarya sebagai saksi dalam setiap pelaksanaan upacara di Bali, perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pura Dasar Buana di Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung, lanjut ke Merajan Agung Puri Kaleran di Puri Agung Klungkung, Pura Dalem Segening,  Pura Mrajan Kanginan, Pura Pedarman Dalem Shri Kresna Kepakisan, Penataran Agung Besakih

img_7088

 

Pura Penataran Agung Besakih
Pura Merajan Kanginan
Ugra Wacana Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun

MANTRA PUJA SEHARI-HARI

  • PUJA TRI SANDYA
  1. Om,Om,Om Bhur Bvah Svah, Tat Savitur Varenyam, Bhargo Devasya Dhimahi, Dhiyo Yo Nah Pracodayat.   Artinya Om, adalah Bhur, Bhuwah, Swah, kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemulian Ida Sanghyang Widhi, semoga Ia berikan semangat pikiran kita.
  2. Om, Narayana Evedam Sarvam, Yadbhutam Yac Ca Bhavyam, Niskalanko Niranjano Nirwikalpo, Nirakhyatah Suddho Deva Eko, Narayano Na Dvitiyo Astikascit.  Artinya  Om Narayana adalah semua ini, apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari perubahan, tak dapat digambarkan, sucilah Dewa Narayana, Ia hanya satu tidak ada yang kedua.
  3. Om, Tvam  Sivah Tvam Mahadevah, Isvarah Paramesvarah, Brahma Visnus Ca Rudrasca, Purusah Parikirtitah.  Artinya Om, Engkau dipanggil Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma, Wisnu, Rudra dan Purusa.
  4. Om, Papo’ham Papa Karmaham, Papatma Papasambhavah, Trahi Mam Pundarikaksah, Sabahya Bhyantarah Sucih.   Artinya Om, hamba ini papa, perbuatan hamba papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Ida Sanghyang Widhi, sucikanlah jiwa dan raga hamba.
  5. Om, Ksama Sva Mam Mahadevah, Sarva Prani Hitankara, Mam MOca Sarva Papebhyah, Palaya Sva Sada Sivah.  Artinya Om, ampunilah hamba Ida Sanghyang Widhi, yang memberikan keselamatan kepada semua makhluk hidup, bebaskanlah hamba dari dosa, lindungilah oh Ida Sanghyang Widhi.
  6. Om Ksantavyah Kayiko Dosah, Ksantavyo Vaciko Mama, Ksantavyo  Manaso Dosah, Tat Pramadat Ksama Sva Mam. Om Santih , Santih, Santih Om.  Artinya Om, ampunilah dosa perbuatan hamba, ampunilah dosa perkataan hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelalaian hamba, Om Damai, Damai, Damai, Om……

img_9604

  • MANTRA KRAMANING  SEMBAH
  1. Sembah Puyung  : Om, Akasa Nirmala Sunyam, Guru Dewa Bhyomantaram, Siwa Nirbhana Wiryanam, Reka Ongkara Wijayam, Om Paramasiwa Dipata Ya Namah, Om Atma Tatwatma Sudhamam Svaha.
  2. Sembah mesrana Sekar (Puja ke Dewa Surya) : Om Pranamya Baskara Dewam, Sarwa Klesa Winasanam, Pramaditya Swartam, Bhukti Mukti Warapradam, Om Adityasya Paramjyotir, Rakta Teja Namastute, Sweta Pangkaja Madyasta, Bhaskara Ya Namah Stute, Om Rang Ring Sah Parama Siwa Aditya ya Namah Swaha.
  3.  Sembah mesrana Kwangen( Ida Bhatara Hyang Guru)  : Om Dewa Dewi Tri Dewanam, Tri Murti Tri Lingganam, Tri Purusa Sudha Nityam, Sarwa Jagat Jiwatmanam.    Om Guru Dewa Guru Rupam Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru Dewa Sudhatmakam.    Om Brahma Wisnu Iswara Devam, Jiwatmanam Trilokanam, Sarwa Jagat Pratistanam, Sudha Klesa Winasanam,  Om Guru Paduka Dipata Ya namah Svaha.
  4. Sembah mesrana Kwangen ( Ida Bhatara Samadaya)  : OM Nama Dewa Adi Stanaya, Sarwa Wyapi Ne Siwaya, Padmasana Eka Pratistaya, Ardha Nareswari Ya Namah Swaha.   Om Samadaya Nama Siwaya, Narayaste Masanggaya, Namaste Bayu Akasa, Sarwa sarwam Namastute, Om Dewa Samadaya dipataya Namah Swaha.
  5. Sembah mesrana Kwangen ( Ibu Pertiwi) :  Om Pertiwi Sariram Dewi, Catur Dewa Mahadewi, Catur Asrama Bhatari, Siwa Bumi Mahasidhi.  Om Purwani Basundari, Siwampati Empu Priyoni, Uma Durgga Gangga Gori, Brahma Betari Wisnami. Om Anugraha Amertha Sarwa Labda Winasanam.
  6. Sembah Puyung(Ngelungsur Wasuh pada) ;  Om Anugraha Manuharam, Dewadata Nugrahakam, Arcanam Sarwa Pujanam, Namah Sarwo Nugrahakam.   Om Hayu werdhi yasa Werdhi, Werdhi Pradnya Sukha Sriyam, Dharma Sentana Werdhisca, Saptute Sapta Werdhyah, Om Dewa Suksma Parama Cinthya Ya Namo Namah Svaha..

 

Silsilah Semeton Jero Munduk Anggrek

 

silsilah jero 2

Om Suastiastu,

Mogi sareng sami semeton jero munduk anggrek suka, sugih bagia lan rahayu. Penulisan silsilah semeton jero munduk anggrek ini dilatar belakangi rasa hormat, bakti dan sayang terhadap pengelingsir/dedulu/leluhur kita yang pertama kali kesah dari meraan kita di kelating merantau ke wilayah baru ke barat ke daerah jimbarwana/alas linggah/hutan angker nan luas di wilayah barat Bali dwipa, sejarah perjalanan beliau kita akan coba telusuri dan akan kita coba tuliskan untuk bisa kita ketahui bersama. penulisan silsilah ini juga bertujuan untuk mempererat persaudaraan/nyame sedarah yang selanjutnya semakin berkembang semakin jauh baik tempat maupun aktivitas terutama ditujukan kepada generasi milenial jero munduk anggrek yang berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi, diharapkan blog ini bisa diakses oleh semeton jero munduk anggrek dimanapun di belahan dunia ini, tentunya asih banyak yang belum tersampaikan, mari kritik dan saran disampaikan untuk perbaikan blog ini dan perbaikan kehidupan semeton jero munduk anggrek, semoga.

Ampura….

Om Santi, Santi, Santi Om

Kajeng Kliwon Pamelas Tali

Kajeng Kliwon Pamelas Tali diambil dari cerita Watugunung. Di mana, Watugunung  sebagai orang yang sakti, namun tidak memiliki kepintaran. Hal inilah yang menjadi awal dari urutan Hari Suci Saraswati yang diyakini sebgai hari turunnya ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, yang mampu memerangi kebodohan adalah ilmu pengetahuan,” Dijelaskan bahwa Pamelas artinya melepaskan, dan tali memiliki arti sarana mengikat. Jadi, Pamelastali memiliki makna melepaskan ikatan. Ikatan apa yang dilepas? Yaitu ikatan kebodohan dan sifat buruk dari Watugunung.

setelah Watugunung kalah dalam peperangan dengan Dewa Wisnu, keesokan harinya ia menjadi mayat atau orang Bali menyebutnya dengan watang. “Sehingga, hari Senin setelah Watugunung Runtuh dinamakan Soma Candung Watang. Hari itu untuk memperingati bahwa Watugunung telah mati dan menjadi mayat,” Sedangkan keesokan harinya, mayat Watugunung diseret atau bahasa balinya dipaid oleh Dewa Wisnu, sehingga pada hari Selasa disebut sebagai hari Anggara Paid-paidan. Pada saat Watugunung diseret oleh Dewa Wisnu, ditemukanlah oleh Bhagawan Boda. Atas permohonan Bhagawan Boda, Dewa Wisnu mengizinkan agar Watugunung dihidupkan kembali. Oleh karena itu, pada hari Rabu dikenal dengan sebutan Budha Urip.
Setelah hidup kembali, Watugunung metegtegan (istirahat sejenak) terlebih dahulu, bagaimana halnya seperti orang baru bangun. Sehingga hari itu dinamakan hari Wraspati Panegtegan. Setelah itu, pada hari Jumat, Watugunung menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah sebuah kesalahan yang besar, sehingga ia harus memohon kepada Tuhan agar diberikan pengampunan. Dan, hari itu dikenal dengan sebutan Sukra Pangredanan.

Selanjutnya, puncak dari Wuku Watugunung adalah hari suci Saraswati, pada hari itu diyakini sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan yang dapat mengalahkan kebodohan. “Jadi, pada hari Minggu yang merupakan awal wuku Watugunung hendaknya kita melepaskan ikatan atau sifat buruk Watugunung.

Om Swastyastu

Om Swastyastu,

Blog Merajan Jero Munduk Anggrek ini dimaksudkan sebagai media informasi sekaligus komunikasi bagi keluarga besar Jero Munduk Anggrek tentang semua hal yang menyangkut keberadaan Pemerajan(Parahyangan), keberadaan Jeroan(Palemahan) serta aktivitas semeton keluarga Pratisentana Dalem jero munduk anggrek(Pawongan) dimanapun berada serta informasi kepada pihak lain yang terkait.

Semua yang disampaikan dalam blog ini nantinya merupakan buah pikiran, opini serta pemahaman terbatas dari  penulis yang tentunya tidak sertamerta merupakan kebenaran tetapi sebuah kertas kerja yang siap diperdebatkan, didiskusikan, dikritisi oleh semua anggota dari keluarga jero munduk anggrek sehingga nantinya bisa membuat informasi dan tulisan dalam blog ini lebih sempurna dan bahkan suatu saat nanti dapat mengkristal sebagai sebuah “kebenaran keluarga“…..astungkara tatastu.

Blog ini juga terealisasi atas budi baik dari I Made Eka Nugraha (Semeton Merajan Arya Tegeh Kuri, Mendoyo), terima kasih Dek…

Om Santi, santi, santi Om

 

Denpasar,…..masan ujan

Dewa Surya Winata

img_2155